Baitul Azhar

Mesjid Baitul azhar sebelumnya terletak di pinggiran sungai yang bangunannya terbuat dari kayu, setelah musyawarah tokoh agama dan masyarakat desa beserta pemerintah desa sepakat untuk memindahkan bangunan mesjid tersebut ke tanah milik Hj.Bikriah dengan luas 900 m2 yang di hibahkan untuk bangunan mesjid yg baru sehingga menjadi bangunan permanen pada tahun 2001 yaitu mesjid baitul azhar.

Kritik & Saran

Untuk dapat terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Masjid Baitul Azhar, kami butuh kritik dan saran yang membangun dari Anda.

Dengan mengirimkan formulir di atas, Saya telah menyetujui Kebijakan Privasi.

Pesan Bupati

“Peradaban masyarakat yang sukses dan mulia adalah peradaban ekonomi, sosial, dan politik yang tujuannya untuk mendapatkan ridho dan cinta Allah SWT.”

H.M. Zairullah Azhar
Bupati Kab. Tanah Bumbu